pemandangan

pemandangan

Rabu, 21 Juli 2010

kapal besar?

saya pernah mendapatkan perumpamaan ini dari teh eva, saat sedang pembinaan calon pembina...

Ceritanya ada sebuah kapal besar dengan 4 tingkat, tingkat pertama diisi oleh orang-orang ekonomi rendah, tingkat kedua diisi oleh orang ekonomi menengah, tingkat ketiga diisi oleh orang yang lebih dibanding tingkat dua, dan tingkat keempat adalah orang eksklusif.

Suatu saat orang tingkat pertama ingin minum namun di tingkat pertama memang tidak disediakan minum, minum hanya ada di tingkat 2,3, dan 4. Lalu dengan ketidaktahuannya dia melubangi perahu itu dengan maksud ingin minum, orang tingkat 2 yang melihat hanya diam tidak memperingatinya malah terheran-heran dengan apa yang dilakukan orang tingkat pertama. Alhasil, perahu itu lama-lama bocor dan tenggelam bersama..

Sebenarnya kalo kita lihat dari essensi perumpaan diatas, secara lumrah hidup ini tidak bisa sendiri-sendiri, kita membutuhkan sesama untuk saling menolong. Andaikan tidak ada rasa saling tolong-menolong maka yang terjadi adalah kehancuran, seperti kapal itu yang tenggelam bersama. mungkin jika orang di tingkat dua itu dengan serta merta menanyakan apa yang dibutuhkan tingkat pertama, orang-orang ditingkat pertama itu tidak akan membolongi kapal tersebut, dan mereka bisa tetap aman berada dikapal itu.

Ini tidak berlaku hanya dikehidupan sosial di islam pun berlaku demikian, islam tidak mengajarkan untuk sholeh sendiri semuanya itu harus berbagi. persaudaraan yang didasari oleh keimanan terhadap Allah, seharusnya membuat kita peka terhadap kondisi saudara-saudara kita, banyak yang bilang sesama saudara itu bagaikan satu tubuh, jika ada yang sakit maka yang lain ikut merasakan. makanya tidak heran Allah tidak menghendaki hambanya sholeh sendiri karena kita bisa pertanyakan dimana persaudaraan islam itu berada?

benar atau tidaknya wallahualam, ini hanya berdasarkan pemikiran yang masih dalam proses belajar..

Tidak ada komentar: